Wednesday, December 15, 2010

Nikah... di Mataku...


Bismillahirrahmanirrahiim..

sekedar memberi sedikit gambaran tentang pandangan ku terhadap pernikahan serta pernak perniknya...

bagaimana saya memandang pernikahan itu sendiri...

ada yang pernah berkata padaku " saya takut menikah, belum sanggup, belum sanggup dengan ini, dengan itu, dan sebagainya, dan lain-lain, dan semua-semuanya..."

ada juga yang pernah bilang "menikah jangan melihat yang baik-baiknya saja, senang-senangnya saja, tapi lihat juga bahwa ternyata menikah memiliki sisi susah juga,,bahkan mungkin susahnya lebih banyak dari senangnya..."

ada pula yang pernah berkata "nikah itu berarti akan menambah tanggung jawab, tanggung jawab yang sangat besar, karena engkau mengambil tanggung jawab orang tuanya sebagai pembimbingnya, dan janjimu adalah janji kepada Allah..itulah mengapa pernikahan itu dikatakan sebagai 'miytsaqan ghaliyzha', perjanjian yang besar..."

dan ada yang pernah berkata "mank kamu dah dewasa?.. dah siap?.. gimana dengan pekerjaan?.. mau dikasih makan apa istrinya?.."

Friday, July 2, 2010

Ibroh dari Rihlah Forstar

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Mencoba untuk sedikit mengambil ibroh dari rihlah forstar kali ini...

>Games ta'aruf : Mengapa dalam kegiatan ini mesti ada games ta'aruf (saling kenal mengenal)?
Sebuah pepatah mengatakan bahwa "Tak Kenal maka Tak sayang", mengapa tak sayang? karena tak saling kenal, betul?? Padahal banyak hal yang dapat dilakukan oleh orang yang saling menyayangi, mengapa? karena atas dasar kasih sayang lah kita dapat saling bekerja sama, bukan kerja sama-sama. Mengapa ini penting? karena tanpa kasih sayang takkan ada amal jama'i, dan tanpa amal jama'i takkan ada kekokohan dalam suatu jama'ah...

>Games mencari jejak yang hilang : Games ini sempat ditanyakan oleh seorang ikhwa kepadaku tentang "apa sebenarnya ibroh dari games ini?"...pada saat itu, sy juga bingung menjawabnya, tapi setelah saya memperhatikan peserta memainkan games ini dari awal hingga akhir, ternyata ibrohnya menurut saya adalah terlatihnya kesabaran peserta dalam mencari sesuatu yang menjadi targetnya, atau rasa sabar yang seharusnya ada dalam setiap individu/kelompok yang memiliki tujuan/target. Atau, dalam setiap kegiatan, harus ada target yang jelas dan realistis, agar kita senantiasa bersemangat untuk mencapai target tersebut. Kemudian ibroh selanjutnya adalah perlunya pesaing agar kita semakin bersemangat dalam mencapai target terlebih dahulu. Yah, semacam Fastabiqul Khairat lah...

>Hiking : Nah, ini dia puncak dari aktivitas rihlah forstar kemarin, dan kayaknya kegiatan ini yang punya ibroh lebih banyak dibanding dengan ibroh games2 di atas. Dalam forum diskusi grup LSPP Forstar , ada yang mengatakan bahwa ukhuwah dalam kegiatan hiking tersebut "SANGAT TERASA", nah itu dia salah satu "efek" games ta'aruf, terlihat adanya saling mengasihi antar peserta, karena mereka sebelumnya sudah saling kenal, bisa antum(na) bayangkan jika sebelumnya antum(na) nggak saling kenal, pasti ada rasa segan diantara kalian bukan?? Takkan ada peluk-pelukan (sesama akhwat tentunya) ketika sampai di tujuan jika antum(na) nggak saling kenal, iya ndak??. Kemudian dalam perjalanan tentunya ada karakter/sikap yang muncul tanpa disadari oleh peserta maupun panitia, ada yang berkeluh kesah, ada yang marah-marah, ada yang menangis, ada yang tetap tegar, ada yang terus bersemangat dan membagi semangatnya, ada kerja sama yang kokoh, ada belas kasihan, dan lain-lain yang mungkin hanya tersirat di dalam hati masing-masing sehingga tak dapat kutulis, iye tak?? ^_^. Karakter/sikap seperti ini muncul karena beberapa hal, yang pertama mungkin karena ketidaksiapan dari individu itu sendiri. Kedua mungkin karena tidak jelasnya arah dan tujuan yang ingin dicapai. Iya ndak??

Thursday, May 20, 2010

Lisanmu...penghancurmu...

Kembali ku terpukul, kali ini dengan sangat keras, bahkan dahsyat!

Entah mengapa kata-katanya begitu mengganggu bahkan mengusikku,,sampai-sampai ku sangat membencinya,,apakah aku harus menghindarinya dengan pergi?? Ah...itu kita liat saja nanti... aku sih berharap dan sebenarnya tak ingin pergi darinya...bukan darinya (dia!!) tapi darinya (yang lain)... tak mau juga ku pergi meninggalkan jalan yang telah Allah tunjukkan untukku hanya karena dia! Memang, siapa dirimu yang bisa membuatku pergi dari jalan Allah?

Saturday, May 8, 2010

Makhluk Bertasbih Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Assalaamu ‘alaykum Warahmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin... segala puja dan puji hanya milik Allah SWT, yg hingga saat ini masih mnitipkan nikmat2-Nya kpada kita semua utk dimaksimalkan dalam krja2 mnuju surga-Nya...
Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Qudwah kita Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta sluruh Umat Muslim yg insya Allah istiqomah di Jalan-Nya...

Saudaraku skalian... Kejayaan Islam perlahan-lahan pasti akan datang, hal ini tentunya membutuhkan banyak kerja2 besar yang akan menyokongnya untuk segera terwujud... kerja-kerja besar tidak mungkin ada jika kita bergerak sendiri, tidak mungkin ada jika kita masih tenang dalam nikmat kesholehan pribadi kita... kalau kata Ali bin Abi Thalib ra., “kekeruhan dalam berjama’ah jauh lebih baik dari kejernihan dalam kesendirian”...

Allah SWT dalam kitab-Nya surah An-Nur ayat 41 berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Allah SWT, kita yakini bahwa tidak mungkin sembarang memasukkan makhluk-Nya ke dalam kisah-kisah kitab-Nya, Allah SWT pasti mempunyai maksud tertentu mengapa Dia memasukkan Burung yang mengembangkan sayapnya Ke dalam kitab suci-Nya itu... dan ternyata memang ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari burung yang mengembangkan sayapnya itu...

Yang pertama, burung (yg merupakan makhluk Allah) tau apa tujuan mereka hadir di dunia ini, yakni untuk bertasbih (beribadah) kepada Allah SWT, dan tau bagaimana bentuk tasbih (ibadah) nya kepada Allah SWT. Tentunya, kitapun sebagai manusia harus tau tujuan hidup kita, dan bagaimana kita beribadah..