Kembali ku terpukul, kali ini dengan sangat keras, bahkan dahsyat!
Entah mengapa kata-katanya begitu mengganggu bahkan mengusikku,,sampai-sampai ku sangat membencinya,,apakah aku harus menghindarinya dengan pergi?? Ah...itu kita liat saja nanti... aku sih berharap dan sebenarnya tak ingin pergi darinya...bukan darinya (dia!!) tapi darinya (yang lain)... tak mau juga ku pergi meninggalkan jalan yang telah Allah tunjukkan untukku hanya karena dia! Memang, siapa dirimu yang bisa membuatku pergi dari jalan Allah?
Thursday, May 20, 2010
Saturday, May 8, 2010
Makhluk Bertasbih Allah
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Assalaamu ‘alaykum Warahmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin... segala puja dan puji hanya milik Allah SWT, yg hingga saat ini masih mnitipkan nikmat2-Nya kpada kita semua utk dimaksimalkan dalam krja2 mnuju surga-Nya...
Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Qudwah kita Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta sluruh Umat Muslim yg insya Allah istiqomah di Jalan-Nya...
Saudaraku skalian... Kejayaan Islam perlahan-lahan pasti akan datang, hal ini tentunya membutuhkan banyak kerja2 besar yang akan menyokongnya untuk segera terwujud... kerja-kerja besar tidak mungkin ada jika kita bergerak sendiri, tidak mungkin ada jika kita masih tenang dalam nikmat kesholehan pribadi kita... kalau kata Ali bin Abi Thalib ra., “kekeruhan dalam berjama’ah jauh lebih baik dari kejernihan dalam kesendirian”...
Allah SWT dalam kitab-Nya surah An-Nur ayat 41 berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Allah SWT, kita yakini bahwa tidak mungkin sembarang memasukkan makhluk-Nya ke dalam kisah-kisah kitab-Nya, Allah SWT pasti mempunyai maksud tertentu mengapa Dia memasukkan Burung yang mengembangkan sayapnya Ke dalam kitab suci-Nya itu... dan ternyata memang ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari burung yang mengembangkan sayapnya itu...
Yang pertama, burung (yg merupakan makhluk Allah) tau apa tujuan mereka hadir di dunia ini, yakni untuk bertasbih (beribadah) kepada Allah SWT, dan tau bagaimana bentuk tasbih (ibadah) nya kepada Allah SWT. Tentunya, kitapun sebagai manusia harus tau tujuan hidup kita, dan bagaimana kita beribadah..
Assalaamu ‘alaykum Warahmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin... segala puja dan puji hanya milik Allah SWT, yg hingga saat ini masih mnitipkan nikmat2-Nya kpada kita semua utk dimaksimalkan dalam krja2 mnuju surga-Nya...
Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Qudwah kita Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta sluruh Umat Muslim yg insya Allah istiqomah di Jalan-Nya...
Saudaraku skalian... Kejayaan Islam perlahan-lahan pasti akan datang, hal ini tentunya membutuhkan banyak kerja2 besar yang akan menyokongnya untuk segera terwujud... kerja-kerja besar tidak mungkin ada jika kita bergerak sendiri, tidak mungkin ada jika kita masih tenang dalam nikmat kesholehan pribadi kita... kalau kata Ali bin Abi Thalib ra., “kekeruhan dalam berjama’ah jauh lebih baik dari kejernihan dalam kesendirian”...
Allah SWT dalam kitab-Nya surah An-Nur ayat 41 berfirman : “Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Allah SWT, kita yakini bahwa tidak mungkin sembarang memasukkan makhluk-Nya ke dalam kisah-kisah kitab-Nya, Allah SWT pasti mempunyai maksud tertentu mengapa Dia memasukkan Burung yang mengembangkan sayapnya Ke dalam kitab suci-Nya itu... dan ternyata memang ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari burung yang mengembangkan sayapnya itu...
Yang pertama, burung (yg merupakan makhluk Allah) tau apa tujuan mereka hadir di dunia ini, yakni untuk bertasbih (beribadah) kepada Allah SWT, dan tau bagaimana bentuk tasbih (ibadah) nya kepada Allah SWT. Tentunya, kitapun sebagai manusia harus tau tujuan hidup kita, dan bagaimana kita beribadah..
Friday, December 18, 2009
Untukmu Saudaraku II
Haruskah aku yang kuat, disaat kalian lemah agar aku menjadi penjaga dan penyemangat imanmu??
Haruskah aku yang kuat, disaat kalian kuat agar kalian tidak turut lemah jika melihatku lemah??
Tidak saudaraku, aku tidak mungkin seperti itu, aku tidak mungkin selalu kuat dan menguatkan kalian,
tidak mungkin aku selalu ada untukmu.
Jangan berharap aku akan terus mengangkatmu jika kalian tak sanggup berdiri, jangan berharap aku akan terus memapahmu jika kalian tak sanggup berjalan, jangan pernah seperti itu saudaraku, karena aku juga manusia biasa.
Haruskah aku yang kuat, disaat kalian kuat agar kalian tidak turut lemah jika melihatku lemah??
Tidak saudaraku, aku tidak mungkin seperti itu, aku tidak mungkin selalu kuat dan menguatkan kalian,
tidak mungkin aku selalu ada untukmu.
Jangan berharap aku akan terus mengangkatmu jika kalian tak sanggup berdiri, jangan berharap aku akan terus memapahmu jika kalian tak sanggup berjalan, jangan pernah seperti itu saudaraku, karena aku juga manusia biasa.
Friday, October 2, 2009
Kitakah yang gugur itu??
ya, diantara mereka ada yang melemah, kemudian gugur,...
dakwah ini...
IBARAT POHON,,,
ada saja daunnya yang mati dan berguguran, namun di sisi lain ada yang bertahan hingga pohon itu berbuah kemudian buah tersebut menjadi manfaat bagi pohon itu, serta bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya....
sedangkan daun-daunnya yang gugur, akan menjadi sampah....
Ibarat Pohon,,,
ketika daunnya rimbun, ia menjadi tempat bernaung dan pelindung dari panas terik matahari serta air hujan, tetapi, di sisi lain, angin yang menerpanya juga akan semakin besar...
di tengah terpaan angin itu, daun-daun yang tak mampu mencengkeram dengan erat ranting-rantingnya, maka merekapun kemudian ditakdirkan untuk ikut hembusan angin kemudian gugur,,,
Ibarat Pohon,,,
ada pohon yang merasa begitu besar dan angkuh menentang angin seakan-akan mengolok pohon yang lain, maka iapun roboh karena batangnya begitu rapuh...
ada juga pohon kecil yang menertawakan pohon besar yang roboh, pohon ini takut akan terpaan angin yang kencang, hingga ia takut tumbuh sehingga tak memilih untuk tumbuh...
akan tetapi ada pohon yang batang dan struktur yang mendukungnya kuat, maka ia dengan percaya diri menantang angin yang besar dan memberi contoh kepada pohon yang lain bahwa beginilah seharusnya kalian bersikap...
dakwah ini...
IBARAT POHON,,,
ada saja daunnya yang mati dan berguguran, namun di sisi lain ada yang bertahan hingga pohon itu berbuah kemudian buah tersebut menjadi manfaat bagi pohon itu, serta bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya....
sedangkan daun-daunnya yang gugur, akan menjadi sampah....
Ibarat Pohon,,,
ketika daunnya rimbun, ia menjadi tempat bernaung dan pelindung dari panas terik matahari serta air hujan, tetapi, di sisi lain, angin yang menerpanya juga akan semakin besar...
di tengah terpaan angin itu, daun-daun yang tak mampu mencengkeram dengan erat ranting-rantingnya, maka merekapun kemudian ditakdirkan untuk ikut hembusan angin kemudian gugur,,,
Ibarat Pohon,,,
ada pohon yang merasa begitu besar dan angkuh menentang angin seakan-akan mengolok pohon yang lain, maka iapun roboh karena batangnya begitu rapuh...
ada juga pohon kecil yang menertawakan pohon besar yang roboh, pohon ini takut akan terpaan angin yang kencang, hingga ia takut tumbuh sehingga tak memilih untuk tumbuh...
akan tetapi ada pohon yang batang dan struktur yang mendukungnya kuat, maka ia dengan percaya diri menantang angin yang besar dan memberi contoh kepada pohon yang lain bahwa beginilah seharusnya kalian bersikap...
Wednesday, September 16, 2009
Untukmu Saudaraku...
Ba’da Tahmid wa Shalawat…
Kumulai tulisanku dengan mengutip sebuah pesan dalam Al-Qur’an yang memberikan amanah kepadaku untuk menyampaikan hal ini… amanah yang mengajariku mencinta, mencinta seorang saudara seperjalanan menuju ridho Allah swt…
“Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”…
Saudaraku, mengapa aku mengatakan bahwa ayat di atas mengajarkanku untuk mencinta? Mencinta seorang saudara lebih spesifiknya. Mengapa?...
Saudaraku, sesungguhnya aku berkata demikian, karena dalam Islam yang kufahami selama ini, saling menasehati merupakan salah satu bentuk cinta seorang saudara terhadap saudara yang lainnya, karena dengan menasehati, berarti saudara itu ingin melihat saudaranya menjadi lebih baik, ingin saudaranya menjadi orang yang kuat dalam menapaki jalan-jalan kebenaran serta jalan-jalan kesabaran, dan yang paling ia inginkan sebenarnya adalah pertemuan kembali denganmu di dalam surga-Nya… “Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga” itulah motivasinya…
Kumulai tulisanku dengan mengutip sebuah pesan dalam Al-Qur’an yang memberikan amanah kepadaku untuk menyampaikan hal ini… amanah yang mengajariku mencinta, mencinta seorang saudara seperjalanan menuju ridho Allah swt…
“Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”…
Saudaraku, mengapa aku mengatakan bahwa ayat di atas mengajarkanku untuk mencinta? Mencinta seorang saudara lebih spesifiknya. Mengapa?...
Saudaraku, sesungguhnya aku berkata demikian, karena dalam Islam yang kufahami selama ini, saling menasehati merupakan salah satu bentuk cinta seorang saudara terhadap saudara yang lainnya, karena dengan menasehati, berarti saudara itu ingin melihat saudaranya menjadi lebih baik, ingin saudaranya menjadi orang yang kuat dalam menapaki jalan-jalan kebenaran serta jalan-jalan kesabaran, dan yang paling ia inginkan sebenarnya adalah pertemuan kembali denganmu di dalam surga-Nya… “Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga” itulah motivasinya…
Thursday, September 10, 2009
Apa Ya Judulnya?
Dari jauh... terlihat seorang tukang servis "kompor minyak tanah" keliling yang nampak lelah mengayuh sepeda kumbangnya yang sudah reot... peluh bercucuran membasahi kening lelaki yang terlihat sudah tidak muda itu, nafas terengah-engah setelah seharian berkeliling menantang terik matahari yang tak dapat diajak kompromi meskipun dalam keadaan menahan haus karena berpuasa... dalam hatinya ia dapat berkata "semoga ini menjadi bukti kecintaanku terhadap Allah, dan sebagai bukti tanggung jawabku akan kehidupan keluargaku..."... dengan semangat itu ia terus mengayuh sepedanya berkeliling di area kumuh memasuki lorong-lorong yang terlihat rawan...
senja mulai menyapa, namun ia baru mendapat beberapa pelanggan yang mau mereparasi kompornya... penghasilan yang ia dapat pada hari itu tidak cukup untuk membeli bahan makan untuk istri beserta 1 anaknya yang sudah beberapa hari ini hanya dapat menggunakan makanan berbuka sebagai makan sahurnya... meski dalam kondisi seperti itu, mereka sekeluarga masih tetap bersabar dan bertahan menjalankan perintah agama... mereka menganggap hal itu sudah biasa karena mereka sering mengalami hal yang sama di luar bulan ramadhan...
senja mulai menyapa, namun ia baru mendapat beberapa pelanggan yang mau mereparasi kompornya... penghasilan yang ia dapat pada hari itu tidak cukup untuk membeli bahan makan untuk istri beserta 1 anaknya yang sudah beberapa hari ini hanya dapat menggunakan makanan berbuka sebagai makan sahurnya... meski dalam kondisi seperti itu, mereka sekeluarga masih tetap bersabar dan bertahan menjalankan perintah agama... mereka menganggap hal itu sudah biasa karena mereka sering mengalami hal yang sama di luar bulan ramadhan...
Wednesday, August 26, 2009
CIDAHA (CInta DAlam HAti)
“Eh, gimana kabarnya Jihan??” tanyaku pada Fia…
Jihan… itulah nama yang selalu kugunakan sebagai salah satu cara agar aku selalu dapat bercengkerama denganmu, agar waktu-waktu bersamamu selalu ada dan ada… Agar aku selalu dapat menikmati senyum-senyummu, tawa hangatmu, dan tingkah manjamu yang begitu menyejukkan…
Entah darimana rasa cinta ini berawal, akupun tak begitu tau, yang kutau hanya, bahwa aku sangat mendambakanmu, sungguh…
Ingin kuungkapkan melalui lisan ini, namun lidah ini kelu saat bertemu denganmu dan jantung ini terasa berdegup begitu cepat ketika kupaksakan mulut ini untuk mengungkapkannya, dan akhirnya aku tak bisa
dan sampai kapanpun ‘mungkin’ aku takkan bisa…
Aku hanya bisa mengungkapkannya dalam bentuk yang abstrak, dalam bentuk perhatian dan dalam bentuk yang sejenis lainnya, aku tau bahwa ini adalah cara yang pasti sangat sulit agar engkau sadar akan rasaku, namun, hanya itulah mampuku, hanya itulah yang dapat ku persembahkan sebagai rasa cintaku padamu…
Jihan… itulah nama yang selalu kugunakan sebagai salah satu cara agar aku selalu dapat bercengkerama denganmu, agar waktu-waktu bersamamu selalu ada dan ada… Agar aku selalu dapat menikmati senyum-senyummu, tawa hangatmu, dan tingkah manjamu yang begitu menyejukkan…
Entah darimana rasa cinta ini berawal, akupun tak begitu tau, yang kutau hanya, bahwa aku sangat mendambakanmu, sungguh…
Ingin kuungkapkan melalui lisan ini, namun lidah ini kelu saat bertemu denganmu dan jantung ini terasa berdegup begitu cepat ketika kupaksakan mulut ini untuk mengungkapkannya, dan akhirnya aku tak bisa
dan sampai kapanpun ‘mungkin’ aku takkan bisa…
Aku hanya bisa mengungkapkannya dalam bentuk yang abstrak, dalam bentuk perhatian dan dalam bentuk yang sejenis lainnya, aku tau bahwa ini adalah cara yang pasti sangat sulit agar engkau sadar akan rasaku, namun, hanya itulah mampuku, hanya itulah yang dapat ku persembahkan sebagai rasa cintaku padamu…
Subscribe to:
Posts (Atom)