Bismillah...
tulisan ini hadir dari sebuah pertanyaan kepada para "pemuja" tokoh revolusioner.
tulisan ini hadir dari sebuah pertanyaan kepada para "pemuja" tokoh revolusioner.
Para "pemuja" itu, mungkin sudah "khatam" membaca buku-buku sejarah che guevara, sejarah karl marx, malcolm x, atau sepak terjang hugo chavez. Tak bisa dipungkiri pula bagaimana kagumnya mereka terhadap tokoh-tokoh itu. kagum terhadap pemikirannya, kagum terhadap aksi-aksi "heroik"-nya, atau kagum terhadap romantisme asmara-nya. Kekaguman itu yang membuatku menganggap bahwa mereka adalah "pemuja" tokoh-tokoh itu. dampak "pemujaan" itu juga bisa saya lihat dari gaya-nya berbicara, cara berfikirnya, dan bentuk sikapnya dalam menghadapi suatu masalah. namun sayang, mayoritas "pemuja" itu hanya berhenti pada tataran ide dan konsep yang berbentuk kata. Aksi-aksi "heroiknya", semangat belajarnya, kekuatan karakter pribadinya, tak mampu menggerakkan sekitarnya, ia hanya berhenti pada pribadi para "pemuja". Sehingga, ide-ide revolusioner itu, menjadi semakin utopis.